Difference between revisions of "UGM Group A"

From Hackteria Wiki
Jump to: navigation, search
 
(9 intermediate revisions by 2 users not shown)
Line 1: Line 1:
 
<-- Back to [[UGM Organizing Society Hackteria Lecture]]
 
<-- Back to [[UGM Organizing Society Hackteria Lecture]]
  
= Notes and Reflections=
+
“SENI GOTONG ROYONG – HackteriaLab 2014”
 +
GROUP A
 +
Dengan semakin berkembangnya kemajuan teknologi yang berimbas kepada berbagai macam lini kehidupan masyarakat, boleh dikatakan saat ini kemajuan teknologi sebuah bangsa menjadi kunci dan tolak ukur kemajuan sebuah bangsa. Hal tersebut dapat dilihat dari banyak sekali realita yang menunjukan bahwa semakin maju teknologi dan peradaban sebuah bangsa, maka kecenderunganya bangsa tersebut akan lebih maju dari sisi ekonomi, sosial dan politiknya. Bahkan saat ini muncul sebuah dikotomi yang tidak hanya membedakan sebuah negara maju-berkembang berdasarkan penghasilan ekonominya saja akan tetapi muncul sebuah dikotomi negara belahan bumi utara-selatan. Dimana kecenderunganya negara belahan bumi utara adalah negara yang memiliki kemajuan teknologi sedangkan belahan bumi selatan adalah negara dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang yang rendah.
 +
Perbedaan kemajuan teknologi yang sangat tinggi dapat menjadi sebuah jurang pemisah yang mampu menimbulkan berbagai macam masalah di kehidupan masyarakat berbagai negara. Negara dengan rendahnya kemampuan untuk meng upgrade teknologi akan terus tertinggal di belakang secara sosial ekonomi maupun politik hal tersebut karena teknologi lah yang mampu membuat berbagai macam pekerjaan di berbagai macam bidang menjadi lebih efisien. Apabila gap kemajuan teknologi antara belahan bumi utara dan selatan tidak mulai diatasi akan timbul kesenjangan dan tidak meratanya pembangunan antara satu negara dan negara lainya.
 +
Oleh sebab utama itu ‘Hackteria’, sebuah organisasi yang bergerak di bidang sains teknologi memiliki sebuah visi kedepan untuk mengurangi Gap perkembangan teknologi yang semakin hari kian menjauh. Karena kemajuan teknologi tidak berhenti mempengaruhi manusia hanya pada sektor teknologi, informasi dan hal teknis-saintis saja melainkan hal hal bersifat kemasyarakatan berupa mental, sosial, ekonomi dan berbagai macam aspek lainya yang tidak dapat disebutkan satu persatu maka perlu pendekatan yang tidak melulu pada bidang sains teknologi saja namun butuh kolaborasi yang disebut oleh marx (pencetus Hackteria) sebagai ‘Transdisipliner’ dari berbagai macam disiplin ilmu seperti ekonomi, sosiologi, budaya dan lainya. Dengan bekerja bersama dengan berbagai lintas disiplin ilmu diharapkan mampu mempersempit gap teknologi belahan bumi utara-selatan di berbagai lini kehidupan masyarakat.
 +
Melalui kerjasama lintas disiplin ilmu memungkinkan transfer of knowledge menjadi lebih efektif sehingga teknologi yang didapatkan tidak hanya tersimpan oleh satu pihak saja namun dapat saling berbagi pengetahuan yang dimiliki.  Melalui video dokumenter berdurasi hampir satu jam yang menjadi bahan diskusi kelas, bersama Marx kita diajak melihat praktek kolaborasi lintas disipliner dari bidang seni, biologi dan sains teknologi saling bekerja sama satu sama lain untuk menciptakan sebuah teknologi baru. Yang menjadi pertanyaan beberapa mahasiswa di kelas saat kami berdiskusi adalah bagaimana menemukan formulasi yang tepat antara teknologi dan local knowledge supaya tidak menghilangkan kearifan local akibat kemajuan teknologi yang didapat. Hal tersebut sebetulnya sudah terjawab di dalam video tersebut yang selalu melibatkan banyak sekali unsur tradisionalitas masyarakat dalam proses pembuatan kreasi, sehingga mampu terjadi adaptasi tanpa kehilangan jati diri. 
  
  
= How to edit this Wiki=
 
Please try and learn how to use this wiki!
 
* Login: UGM Group A
 
* pwd: sent to you on whatsapp
 
  
 +
 +
='''Watch and reflect on HackteriaLab 2014 - Documentary *Seni Gotong Royong'''=
 +
[[File:Hlab2014_banner.png|800px]]
 +
 +
HackteriaLab 2014 was scheduled to be held in April 2014, in Yogyakarta, Indonesia. A number of smaller events, workshops, residencies and exhibitions will prequel the main collaborative lab-phase. It is the fourth edition of an intensive two-week transdisciplinary collaboration amongst international and local artists, hackers, activists, scientists, and designers. HackteriaLab 2014 expands on ideas and methodologies about BioArt, DIY biology, Appropriate Technology, ArtScience and BioHacking, developed during the previous versions of [[HackteriaLab 2011 - Romainmotier]] and [[HackteriaLab 2010 - Dock18/Zürich]] in Switzerland and [[HackteriaLab_2013_-_Bangalore]] in India.
 +
 +
Within the framework of [http://hackteria.org/ "Hackteria | Open Source Biological Art"], the HackteriaLab immersive format plays a key role in experimentation and the development of new models for knowledge sharing and collaboration building, in the emergent artistic practices related to bio- and nanotechnology and science in general.
 +
 +
HackteriaLab, our version of a production workshop, is a form of cultural intervention, contributing to the development of our contemporary culture and art milieu. It creates a melting pot of the practices of art and science, of culture and environment. It aims to broaden the intercultural knowledge exchange and realizes this know-how through workshops, participatory prototype exhibitions and online wiki-like documentations.
 +
 +
HackteriaLab 2014 invites international artists and scientists to collaborate with local communities, which have been intensively working with specific local social and ecological issues in Yogyakarta.
  
 
= Preparations =
 
= Preparations =
Line 46: Line 58:
 
Gotong-royong art is not a genre. It is a method, an approach, or even a series of processes that do not need to end immediately. It has no single objective, much less tangible and measurable ones. Gotong-royong art can be executed using any kind of medium and has at least three criteria. First, the emphasis on the idea rather than the roles of those who are involved. Say, for example, residents in a neighbourhood decide that they need a better road. They set a target to finish fixing the road in a month. Rather than hiring men to install paving blocks, they decide to chip in to procure the materials and to do the work as a part of the neighbourhood watch. After calculating and considering the resources they have, the residents agree on installing a set minimum of paving blocks per day.  
 
Gotong-royong art is not a genre. It is a method, an approach, or even a series of processes that do not need to end immediately. It has no single objective, much less tangible and measurable ones. Gotong-royong art can be executed using any kind of medium and has at least three criteria. First, the emphasis on the idea rather than the roles of those who are involved. Say, for example, residents in a neighbourhood decide that they need a better road. They set a target to finish fixing the road in a month. Rather than hiring men to install paving blocks, they decide to chip in to procure the materials and to do the work as a part of the neighbourhood watch. After calculating and considering the resources they have, the residents agree on installing a set minimum of paving blocks per day.  
  
[http://hackteria.org/wp-content/uploads/2015/09/GotongRoyong_HLab14book-Sep10-Pages-90-91-92-93-94-95-98.pdf Download here.]
+
[http://www.hackteria.org/wordpress/wp-content/uploads/2015/09/GotongRoyong_HLab14book-Sep10-Pages-90-91-92-93-94-95-98.pdf Download here.]

Latest revision as of 07:17, 6 September 2019

<-- Back to UGM Organizing Society Hackteria Lecture

“SENI GOTONG ROYONG – HackteriaLab 2014” GROUP A Dengan semakin berkembangnya kemajuan teknologi yang berimbas kepada berbagai macam lini kehidupan masyarakat, boleh dikatakan saat ini kemajuan teknologi sebuah bangsa menjadi kunci dan tolak ukur kemajuan sebuah bangsa. Hal tersebut dapat dilihat dari banyak sekali realita yang menunjukan bahwa semakin maju teknologi dan peradaban sebuah bangsa, maka kecenderunganya bangsa tersebut akan lebih maju dari sisi ekonomi, sosial dan politiknya. Bahkan saat ini muncul sebuah dikotomi yang tidak hanya membedakan sebuah negara maju-berkembang berdasarkan penghasilan ekonominya saja akan tetapi muncul sebuah dikotomi negara belahan bumi utara-selatan. Dimana kecenderunganya negara belahan bumi utara adalah negara yang memiliki kemajuan teknologi sedangkan belahan bumi selatan adalah negara dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang yang rendah. Perbedaan kemajuan teknologi yang sangat tinggi dapat menjadi sebuah jurang pemisah yang mampu menimbulkan berbagai macam masalah di kehidupan masyarakat berbagai negara. Negara dengan rendahnya kemampuan untuk meng upgrade teknologi akan terus tertinggal di belakang secara sosial ekonomi maupun politik hal tersebut karena teknologi lah yang mampu membuat berbagai macam pekerjaan di berbagai macam bidang menjadi lebih efisien. Apabila gap kemajuan teknologi antara belahan bumi utara dan selatan tidak mulai diatasi akan timbul kesenjangan dan tidak meratanya pembangunan antara satu negara dan negara lainya. Oleh sebab utama itu ‘Hackteria’, sebuah organisasi yang bergerak di bidang sains teknologi memiliki sebuah visi kedepan untuk mengurangi Gap perkembangan teknologi yang semakin hari kian menjauh. Karena kemajuan teknologi tidak berhenti mempengaruhi manusia hanya pada sektor teknologi, informasi dan hal teknis-saintis saja melainkan hal hal bersifat kemasyarakatan berupa mental, sosial, ekonomi dan berbagai macam aspek lainya yang tidak dapat disebutkan satu persatu maka perlu pendekatan yang tidak melulu pada bidang sains teknologi saja namun butuh kolaborasi yang disebut oleh marx (pencetus Hackteria) sebagai ‘Transdisipliner’ dari berbagai macam disiplin ilmu seperti ekonomi, sosiologi, budaya dan lainya. Dengan bekerja bersama dengan berbagai lintas disiplin ilmu diharapkan mampu mempersempit gap teknologi belahan bumi utara-selatan di berbagai lini kehidupan masyarakat. Melalui kerjasama lintas disiplin ilmu memungkinkan transfer of knowledge menjadi lebih efektif sehingga teknologi yang didapatkan tidak hanya tersimpan oleh satu pihak saja namun dapat saling berbagi pengetahuan yang dimiliki. Melalui video dokumenter berdurasi hampir satu jam yang menjadi bahan diskusi kelas, bersama Marx kita diajak melihat praktek kolaborasi lintas disipliner dari bidang seni, biologi dan sains teknologi saling bekerja sama satu sama lain untuk menciptakan sebuah teknologi baru. Yang menjadi pertanyaan beberapa mahasiswa di kelas saat kami berdiskusi adalah bagaimana menemukan formulasi yang tepat antara teknologi dan local knowledge supaya tidak menghilangkan kearifan local akibat kemajuan teknologi yang didapat. Hal tersebut sebetulnya sudah terjawab di dalam video tersebut yang selalu melibatkan banyak sekali unsur tradisionalitas masyarakat dalam proses pembuatan kreasi, sehingga mampu terjadi adaptasi tanpa kehilangan jati diri.



Watch and reflect on HackteriaLab 2014 - Documentary *Seni Gotong Royong

Hlab2014 banner.png

HackteriaLab 2014 was scheduled to be held in April 2014, in Yogyakarta, Indonesia. A number of smaller events, workshops, residencies and exhibitions will prequel the main collaborative lab-phase. It is the fourth edition of an intensive two-week transdisciplinary collaboration amongst international and local artists, hackers, activists, scientists, and designers. HackteriaLab 2014 expands on ideas and methodologies about BioArt, DIY biology, Appropriate Technology, ArtScience and BioHacking, developed during the previous versions of HackteriaLab 2011 - Romainmotier and HackteriaLab 2010 - Dock18/Zürich in Switzerland and HackteriaLab_2013_-_Bangalore in India.

Within the framework of "Hackteria | Open Source Biological Art", the HackteriaLab immersive format plays a key role in experimentation and the development of new models for knowledge sharing and collaboration building, in the emergent artistic practices related to bio- and nanotechnology and science in general.

HackteriaLab, our version of a production workshop, is a form of cultural intervention, contributing to the development of our contemporary culture and art milieu. It creates a melting pot of the practices of art and science, of culture and environment. It aims to broaden the intercultural knowledge exchange and realizes this know-how through workshops, participatory prototype exhibitions and online wiki-like documentations.

HackteriaLab 2014 invites international artists and scientists to collaborate with local communities, which have been intensively working with specific local social and ecological issues in Yogyakarta.

Preparations

Watch and reflect on HackteriaLab 2014 - Documentary *Seni Gotong Royong

See more about HackteriaLab 2014 - Yogyakarta on this wiki or in bahasa Indonesia on the lifepatch site

"SENI GOTONG ROYONG: HackteriaLab 2014 - Yogyakarta" Documentary

Full Documentary on Youtube

Click (cc) for english subtitles

Trailer on Youtube

Find all info about the HLab14-Documentary movie "SENI GOTONG ROYONG: HackteriaLab 2014 - Yogyakarta"

The democratization of knowledge and curiosity through gotong-royong art, by Grace Samboh, 2014

Samboh SeniGotongRoyong thumb.png

Selected Chapter from the HackteriaLab 2014 - Yogyakarta Book

Gotong-royong art is not a genre. It is a method, an approach, or even a series of processes that do not need to end immediately. It has no single objective, much less tangible and measurable ones. Gotong-royong art can be executed using any kind of medium and has at least three criteria. First, the emphasis on the idea rather than the roles of those who are involved. Say, for example, residents in a neighbourhood decide that they need a better road. They set a target to finish fixing the road in a month. Rather than hiring men to install paving blocks, they decide to chip in to procure the materials and to do the work as a part of the neighbourhood watch. After calculating and considering the resources they have, the residents agree on installing a set minimum of paving blocks per day.

Download here.